Assalamu’alaikum Wr.Wb,

Saudaraku seiman dan seagama

Doa di bawah ini merupakan amalan pribadi penulis yang sangat mustajab dalam segala urusan, khususnya urusan rizki. Jika anda mengamalkan sesuai dengan apa yang biasa penulis amalkan, insya allah dalam jangka waktu yang tidak begitu lama anda pun akan merasakan fadhilahnya.

Jadwal Pelaksanaan Amalan :

  1. Waktu Tahajud ; Shalat Tahajudlah minimal 20 rakaat , setiap 2 rakaat salam dan pada setiap ba’da salam atau antara shalat tahajud dengan tahajud bacalah :
  • Subhanallohi  wabihamdihi subhanallohil adhiimi astagfirulloh  100 x (dalam sebuah hadis diterangkan barangsiapa mengamalkan tasbih ini, niscaya dunia akan tunduk padanya, dan dari setiap bacaan akan diciptakan satu malaikat yang bertasbih yang pahalanya akan diberikan untuk orang yang membacanya)
  • Sholaloh ‘ala Muhammad 100 x
  • Setelah selesai 20 rakaat atau 10 x salam, bacalah : Subhanallohi  wabihamdihi subhanallohil adhiimi astagfirulloh … sampai datang waktu subuh.
  1. Ba’da Subuh ; setelah shalat subuh dan setelah wiridan biasa/umum bacalah :
  • Shahadat 3 x
  • Istighfar 3 x (kalau bisa sayidul istighfar lebih baik)
  • Shalawat : Allaohumma sholi ‘ala sayyidina muhammadin sholatan tuwasi’u  bihaa ‘alainal arzaqu  wa tuhasinu bihaa lanal akhlaqu wa ‘ala aalihi wa sohbihi wa salim 100 x
  • Bismillahirohmanirrohim 1000 x
  • Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyil adhiim 100 x
  • Yaa hayyu yaa qoyyum 1000 x
  1. Ba’da shalat dhuha ; amalkan shalat dhuha min. 8 rakaat tiap hari, setiap sujud yang terakhir atau sebelum duduk tahiyat akhir bacalah dalam sujud tersebut (setelah bacaan sujud biasa) yaa wahhab 41 x, dan setelah salam bacalah :
  • Shahadat 3 x
  • Istighfar 3 x (kalau bisa sayidul istighfar lebih baik
  • Shalawat : ALLOHUMMA SHOLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN ‘ADADA ANWAIRRIZQI WAL FUTUHAT   YAA BASHITHOLLADZI YABSUTURRIZQOL LIMAN YASYA BIGHOIRI HISAB, UBSUTH   ‘ALAYYA  RIZQON KATSIRON MIN KULLI JIHATIN MIN KHOZAINI RIZQIKA BIGOIRI MINNATI MAKHLUQIN BI FADLIKA WA KAROMIKA WA ‘ALA  ALIHI WA SOHBIHI WA SALIM….100X
  • YAA WAHHAB …300X
  1. Ba’da shalat asar : bacalah :
  • Shahadat 3 x
  • Istighfar 3 x (kalau bisa sayidul istighfar lebih baik
  • Shalawat : Allohumma sholi ‘ala sayyidina muhammadin a’dadamaa fi ‘ilmillahi sholatan daa imatan bi dawami mulkilahi 100 x
  • Subhanallohi wal hamdulillahi wa laa ilaaha illalloh wallohu akbar Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyil adhiim 100 x
  • Laa ilaaha illallohu wahdahu laa syarikalah(u) lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa ‘ala kulli syaiin (ng) qodir… 100x
  • Hasbiyalloh wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyil adhiim 100 x
  1. Ba’da shalat isya : Setelah selesai shalat isya dan shalat sunat lainnya yang biasa anda lakukan,  lakukan shalat witir (terserah anda mau berapa rakaat : 1, 3, 5, 7,9 atau 11 rakaat) dan selanjutnya bacalah :
  • Shahadat 3 x
  • Istighfar (astaghfirullohal ‘adhiim ) 1000 x
  • Alhamdulillahirobbil ‘alamin 100 x
  • Shalawat : Allohumma sholi ‘ala sayyidina muhammadin qod doqot hillatii adrikini…100 x

Amalkanlah malan di atas secara rutin dan ikhlas, insya allah apapun keinginan anda dengan izin allah dan atas kekuasaan-Nya akan segera terwujud.  Tapi …syaratnya anda harus yakin dan ikhlas semata mengharap ridho Allah.

Doa ini merupkan amalan pribadi penulis…sejak bertahun-tahun. Disebarkan dengan harapan mendapat nilai tambah bagi penulis yaitu pahala tambahan dari orang-orang yang mengamalkannya. Sebagai investasi penulis untuk bekal menghadap-Nya.

Siapapun boleh mengamalkannya…dan siapapun boleh menyebarkannya kembali, tapi saya harap tidak merubah isinya . Amalan di atas insya  allah tidak akan bertolak belakang dengan ajaran Allah dan rasul-Nya. Untuk keyakinan anda…silahkan cari jawabannya dengan meneliti hadis-hadis yang berhubungan dengan bacaan di atas

Jika anda tertarik untuk mengamalkannya, silahkan dengan senang hati…malah saya akan merasa bersyukur pada Allah SWT dan berterima kasih pada anda, karena dengan demikian berarti ada tambahan pahala buat saya…insya allah. Dan semoga Allah memberikan ampunan dan ridhon-Nya pada saya, keluarga saya dan juga anda dan segenap muslimin dan muslimat. Amiin…

Wassalam

Abu Fauzan

e-mail : insya.allah.bisa.kaya@gmail.com

Hadis Tentang Doa
Dari kitab riyadhus shalihin
Kitab Doa-doa – Doa-doa

Allah Ta’ala berfirman:

“Tuhanmu semua berfirman: Berdoalah engkau semua padaKu, pasti Aku mengabulkan doamu semua itu.” (Ghafir: 60)

Allah Ta’ala berfirman pula:

“Berdoalah engkau semua kepada Tuhanmu dengan had dan rahasia – yakni dengan permohonan yang timbul dari jiwa, se-sungguh Allah itu tidak menyukai orang yang melanggar batas.” (al-A’raf: 55)

Allah Ta’ala juga berfirman:

“Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu – hai Muhammad – tentang Aku, maka katakanlah bahwa sesungguhnya Aku ini dekat. Aku dapat mengabulkan permohonan orang yang berdoa padaKu jikalau ia telah memohonkan itu padaKu,” sampai habisnya ayat. (al-Baqarah: 186)

Allah Ta’ala berfirman lagi:

“Siapakah yang dapat mengabulkan permohonan orang yang dalam keadaan terpaksa – yakni menderita kekurangan, jikalau ia berdoa kepadaNya, dan dapat pula menghilangkan keburukan -yakni penderitaan – dari dirinya itu,” sampai habisnya ayat. (an-Naml: 62)

1462. Dari an-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhuma dari Nabi s.a.w. sabdanya:

“Berdoa itu termasuk golongan ibadat.”

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

1463. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah s.a.w. itu suka doa-doa yang menghimpun – yakni yang mengandung segala macam kepentingan dan keperluan – dan beliau s.a.w. meninggalkan yang selain itu.”

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

1464. Dari Anas r.a., katanya: “Sebagian banyak doa Nabi s.a.w., itu ialah: Rabbana atina fiddun-ya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, waqina ‘adzabannar – Ya Tuhan kami, berikanlah kebaikan pada kita di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kita dari siksa neraka.” (Muttafaq ‘alaih)

Imam Muslim dalam riwayatnya menambahkan: Katanya: Anas apabila berkehendak akan berdoa dengan sesuatu doa, maka berdoa dengan doa di atas itu. Juga apabila berkehendak me-mohonkan sesuatu permohonan yang lain, maka dalam doanya itu dimasukkanlah doa di atas itu pula.

1465. Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. mengucapkan – yang artinya: “Ya Allah, sesungguhnya saya memohonkan kepadaMu akan petunjuk, ketaqwaan, dapat menahan diri dari melakukan kemaksiatan serta kekayaan – cukup dari kekurangan sehingga tidak meminta kepada orang lain.” (Riwayat Muslim)

1466. Dari Thariq bin Asy-yam r.a., katanya: “Seseorang itu apabila masuk Islam, lalu Nabi s.a.w. mengajarkan shalat padanya, kemudian orang itu diperintah supaya berdoa dengan kalimat-kalimat ini – yang artinya: Ya Allah, berikanlah kepada saya pengampunan, kerahmatan, petunjuk, kesihatan dan rezeki.” (Riwayat Muslim)

Dalam riwayat Imam Muslim lainnya disebutkan: Dari Thariq bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. yang pada ketika didatangi oleh seseorang lelaki lalu berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah yang harus saya ucapkan di waktu saya akan me-mohonkan sesuatu pada Tuhanku?” Beliau s.a.w. bersabda: “Kata-kanlah – yang artinya: Ya Allah, berikanlah pengampunan padaku, kerahmatan, kesihatan dan rezeki, sebab doa ini dapat menghimpun segala kepentinganmu dalam urusan dunia serta akhiratmu.”

1467. Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. mengucapkan – dalam doanya yang artinya: “Ya Allah, Zat yang Maha mengubah-ubah hati, ubah-ubahlah hati kita – dari satu kepada lain keadaan – untuk terus menetapi ketaatan padaMu.” (Riwayat Muslim)

1468. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Mohonlah engkau perlindungan kepada Allah daripada kesengsaraan bencana, dicapai oleh kecelakaan, buruknya ketentuan dan kegembiraan musuh karena bahaya yang kita peroleh.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat lain disebutkan: Abu Sufyan-yang meriwayatkan Hadis ini – berkata: “Saya sangsi bahwa saya menambah salah satu dari empat macam permohonan di atas itu.”

1469. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. mengucapkan – dalam doanya yang artinya: “Ya Allah, perbaguskanlah untukku akan agamaku yang itu adalah pegangan perkaraku, perbaguskanlah untukku duniaku yang di dalamnya adalah ke-hidupanku, juga perbaguskanlah akhiratku yang di dalamnya itulah tempat kembaliku. Jadikanlah hidup ini sebagai tambahan bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian itu sebagai istirahat untukku dari segala keburukan.” (Riwayat Muslim)

1470. Dari Ali r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda kepada saya: “Ucapkanlah: Allahummahdini wa saddidny – Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku dan lempangkanlah perjalananku.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Allahumma inni as-alukal huda wassadad” – Ya Allah, sesungguhnya saya mohon kepadaMu akan petunjuk dan kelempangan perjalanan. (Riwayat Muslim)

1471. Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. mengucapkan-dalam doanya yang artinya:

Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan padaMu dari kelemahan dan kemalasan, kelicikan, usia terlampau tua dan kikir. Saya juga mohon perlindungan padaMu daripada siksa kubur dan saya mohon perlindungan pula padaMu dari fitnahnya hidup dan mati.”

Dalam riwayat lain disebutkan: “Juga dari beratnya beban hutang dan dikalahkan oleh orang-orang – yakni jangan sampai berbuat kezaliman ataupun dizalimi orang lain.” (Riwayat Muslim)

1472. Dari Abu Bakar as-Shiddiq r.a. bahwasanya ia berkata kepada Rasulullah s.a.w.; “Ajarkanlah kepada saya sesuatu doa yang dapat saya baca dalam shalatku!” Beliau s.a.w. bersabda:

“Katakanlah – yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya telah menganiaya diriku sendiri dengan penganiayaan yang banyak sekali dan tidak dapat mengampunkan semua dosa itu kecuali Engkau, maka berikanlah untukku pengampunan dari hadhiratMu dan belas kasihanilah saya, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat lain disebutkan: “Dalam rumahku – yakni doa yang perlu saya baca dalam rumahku.”

Dalam riwayat lain disebutkan: “penganiayaan yang banyak,” ada yang mengatakan: “penganiayaan yang besar,” dengan tsa’ yang bertitik tiga dan dengan ba’ bertitik satu. Maka seyugianya supaya dua kata itu dihimpunkan, lalu dikatakan: “katsiran kabiran – yang banyak dan besar.”

1473. Dari Abu Musa r.a. dari Nabi s.a.w. bahwasanya beliau s.a.w. berdoa dengan doa ini – yang artinya:

Ya Allah, berikanlah pengampunan untukku kesalahan dan kebodohanku, berlebih-lebihanku dalam perkaraku dan apa saja yang Engkau lebih mengetahui tentang itu daripada saya sendiri.

Ya Allah, ampunkanlah kesalahanku yang saya lakukan dengan kegiatan dan bermain-main, ketidak-sengajaan serta yang memang saya sengaja, juga segala sesuatu yang dari diriku.

Ya Allah, ampunkanlah untukku kesalahan-kesalahan yang saya lakukan dahulu atau yang saya lakukan kemudian – yakni sesudah saat ini, juga yang saya sembunyikan serta yang saya tampakkan dan apa-apa yang Engkau lebih mengetahui tentang itu daripada saya sendiri. Engkau adalah Maha Mendahulukan serta Maha Mengakhirkan dan Engkau adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Muttafaq ‘alaih)

1474. Dan Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya Nabi s.a.w. itu

mengucapkan dalam doanya-yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada kejahatannya apa yang saya kerjakan dan dari kejahatannya apa yang tidak saya kerjakan. (Riwayat Muslim)

1475. Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Sebagian dari doanya Rasulullah s.a.w. ialah – yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan padaMu daripada lenyapnya kenikmatanMu – yang dikaruniakan padaku – dan bergantinya kesihatan daripadaMu – yang ada dalam diriku – juga dari tibanya siksaMu – atas diriku – dengan mendadak dan pula dari segala macam kemurkaanMu.” (Riwayat Muslim)

1476. Dari Zaid bin Arqam r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. mengucapkan – dalam doanya yang artinya:

Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada kelemahan dan kemalasan, kekikiran dan usia terlampau tua serta siksa kubur.

Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ini untuk dapat bertaqwa kepadaMu, juga sucikanlah jiwaku itu karena Engkau adalah sebaik-baik Zat yang dapat menyucikannya. Engkaulah yang Maha Menguasai serta yang menjadi Tuhannya. Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada ilmu pengetahuan yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak dapat khusyu’,dari jiwa yang tidak puas-puas dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (Riwayat Muslim)

1477. Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. mengucapkan – dalam doanya yang artinya:

Ya Allah, kepadaMu saya menyerahkan din, kepadaMu saya beriman, kepadaMu saya bertawakkal, kepadaMu saya kembalikan -segala urusan, dengan petunjukMu saya berbantah – dengan musuh – dan dengan hukum-hukumMu saya memberikan ketentuan hukum. Maka dari itu ampunilah saya akan dosa-dosaku yang dahulu dan yang kemudian, yang saya sembunyikan serta yang saya tampakkan. Engkau adalah Maha Mendahulukan serta Maha Meng-akhirkan, tiada Tuhan melainkan Engkau.”

Setengah para perawi Hadis ini menambahkan kalimat – yang artinya: Dan tiada daya serta tiada kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah. (Muttafaq ‘alaih)

1478. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya Nabi s.a.w. berdoa dengan kalimat-kalimat ini – yang artinya: Ya Allah, se sungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu daripada fitnah-ya neraka dan siksanya neraka, juga dari keburukannya kekayaan an kefakiran.

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih. Ini adalah lafaznya Imam Abu Dawud.

1479. Dari Ziad bin ‘llaqah dari pamannya, yaitu Quthbah bin Malik r.a., katanya: “Nabi s.a.w. itu mengucapkan – dalam doanya yang artinya – Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan kepadaMu dari keburukan-keburukannya budi pekerti, amal perbuatan serta hawanafsu.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

1480. Dari Syakl bin Humaid r.a., katanya: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sesuatu doa!” Beliau s.a.w. bersabda:

“Katakanlah – yang artinya: Ya Allah, saya mohon perlindungan kepadaMu daripada keburukan pendengaranku dan dari keburukan penglihatanku dan dari keburukan lidahku dan dari keburukan hatiku serta dari keburukan maniku.” Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

1481. Dari Anas r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. mengucapkan -dalam doanya yang artinya: “Ya Allah saya mohon perlindungan kepadaMu daripada penyakit belang-belang pada kulit, gila, kusta dan penyakit-penyakit yang buruk-buruk.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

1482. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. mengucapkan – dalam doanya yang artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya saya mohon perlindungan padaMu daripada kelaparan, sebab sesungguhnya lapar itu adalah seburuk- buruknya kawan tidur. Juga saya mohon perlindungan padaMu dari berkhianat, karena sesungguhnya khianat itu adalah seburuk-buruknya sifat yang menjadi ciri seseorang.”

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

1483. Dari Ali r.a. bahwsanya seorang budak mukatab – yaitu seorang hambasahaya yang dapat menjadi merdeka apabila dapat menebus harga dirinya sendiri kepada tuan yang memilikinya -datang padanya lalu berkata: “Sesungguhnya saya ini tidak kuat untuk membayar harga tebusan diriku ini, maka itu berilah pertolongan kepadaku!” Ali r.a. berkata: “Tidakkah engkau suka kalau saya ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang saya diajari oleh Rasulullah s.a.w., andaikata engkau mempunyai hutang – atau tanggungan – seperti gunung sekalipun, tentu Allah akan menunaikan hutangmu itu? Yaitu, katakanlah:

Allahummakfini bihatalika ‘an haramika wa aghnini bifadh-lika ‘amman siwaka – Ya Allah, cukupkanlah, saya dengan memperoleh apa-apa yang halal daripadaMu untuk tidak sampai melanggar apa-apa yang menjadi keharamanMu dan perkayakanlah diriku dengan memperoleh keutamaan daripadaMu sehingga tidak memerlukan yang selain daripadaMu.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

1484. Dari Imran bin al-Hushain radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi s.a.w. mengajarkan kepada ayahnya yaitu Hushain akan dua kalimat yang dapat digunakan sebagai doa, yaitu – yang artinya:

Ya Allah, berikanlah ilham padaku berupa kelapangan jalanku dan lindungilah saya dari kejahatan diriku sendiri. Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

1485. Dari Abdulfadhli yaitu al-‘Abbas bin Abdul Muthalib r.a., katanya: “Saya berkata: “Ya Rasulullah, ajarkanlah pada saya sesuatu doa untuk bermohon kepada Allah Ta’ala.” Beliau s.a.w. bersabda: “Mohonlah akan keselamatan kepada Allah.” Saya tetap beberapa hari berdoa seperti itu, kemudian saya mendatanginya lagi lalu berkata: “Ya Rasulullah, ajarkanlah kepada saya sesuatu doa untuk bermohon kepada Allah Ta’ala.” Beliau s.a.w. bersabda kepada saya: “Hai ‘Abbas, paman Rasulullah, mohonlah kepada Allah akan keselamatan di dunia dan akhirat.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis shahih.

1486. Dari Syahr bin Hausyab, katanya: “Saya berkata kepada Ummu Salamah radhiallahu ‘anha: “Hai Ummul mu’minin, bagai-manakah doa Rasulullah s.a.w. yang sebagian banyak sekali, jikalau beliau itu ada di sisimu?” la menjawab: “Sebagian banyak doa beliau s.a.w. itu ialah – yang artinya:

“Wahai Zat yang membolak-balikkan keadaan hati. Tetapkanlah hatiku atas agamaMu.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

1487. Dari Abuddarda’ r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Setengah daripada doanya Nabi Dawud a.s. ialah – yang artinya:

Ya Allah, sesungguhnya saya mohon kepadaMu untuk mencintaiMu dan mencintai orang yang cinta kepadaMu, juga perbuatan yang dapat menyampaikan diriku ke arah dapat mencintai padaMu.

“Ya Allah, jadikanlah kecintaan padaMu itu yang lebih saya cintai daripada diri saya sendiri, juga melebihi kecintaan pada keluargaku serta melebihi kecintaan kepada air yang dingin.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

1488. Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Kekalkanlah – ketika berdoa itu – dengan menggunakan lafaz: Ya Dzal jalali wal Ikram – Hai Zat yang memiliki keperkasaan dan kemuliaan.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi. Imam an-Nasa’i juga meriwayatkan Hadis ini dari riwayat Rabi’ah bin ‘Amir as-Shahabi. Imam Hakim berkata bahwa Hadis ini shahih isnadnya.

Alizhzhu dengan kasrahnya lam dan syaddahnya zha’ mu’jamah, artinya ialah tetapilah secara langsung – yakni kekalkanlah – doa ini dan perbanyakkanlah menggunakannya

1489. Dari Abu Umamah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. berdoa dengan doa yang banyak sekali, kita tidak dapat hafal sedikitpun dari doanya itu. Kita lalu berkata: “Ya Rasulullah, Tuan telah berdoa dengan sesuatu doa yang banyak sekali, sehingga kita tidak dapat hafal sedikitpun daripadanya.” Beliau s.a.w. lalu bersabda:

“Tidakkah engkau semua suka kalau saya tunjukkan kepadamu semua sesuatu doa yang menghimpun keseluruhannya itu? Yaitu supaya engkau mengucapkan – yang artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya saya mohon kepadaMu dari kebaikan sesuatu yang dimohonkan oleh NabiMu yaitu Muhammad s.a.w. Saya juga mohon perlindungan kepadaMu dari kejahatannya sesuatu yang dimohoni perlindungannya oleh NabiMu yaitu Muhammad s.a.w. Engkau adalah yang dimohoni pertolongan dan atas pertolonganMulah adanya kecukupan – sampai memperoleh apa yang diinginkan dari kebaikan dunia dan akhirat. Dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

1490. Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Setengah dari doa Rasulullah s.a.w. ialah – yang artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya kita mohon kepadaMu apa-apa yang menyebabkan datangnya kerahmatanMu dan apa-apa yang menyebabkan pengampunanmu, juga selamat dari dosa dan memperoleh dari semua kebaikan, demikian pula berbahagia dengan syurga dan selamat dari siksa api neraka.”

Diriwayatkan oleh Imam Hakim iaitu Abu Abdillah dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis shahih menurut syarat Imam Muslim.
Oleh: Abu Fauzan
e-mail: insya.allah.bisa.kaya@gmail.com

Banyak penelitian membuktikan bahwa ketika seseorang mengalami ketegangan atau stres, Ia menjadi rentan terhadap penyakit fisik, penderitaan mental, emosional, serta kecelakaan.
Otak,rambut,kulit mulut,paru, jantung,sistem pencernaan, organ reproduksi, ginjal, otot, adalah beberapa bagian tubuh yang dipengaruhi langsung oleh stres.
Stres selain menimbulkan penyakit, juga terbukti memperlambat proses kesembuhan.
Otak yang merupakan pusat kehendak dan keyakinan memiliki hubungan langsung dengan sistem penyembuhan alamiah tubuh. Otak secara otomatis dan kontinyu berkomunikasi timbal balik dengan sistem kekebalan tubuh, sistem kardiovaskular, dan semua sistem organ pokok dengan melepaskan hormon dan bahan kimia lainnya dari sel-sel saraf.

Otak juga berkomunikasi dengan sistem kekebalan dalam darah melalui hormon dan protein darah lainnya, yang disebut sitokin.Otak juga mengirim sinyal pada saraf tulang belakang dan memerintahkannya untuk memperlambat atau mempercepat transmisi rasa sakit.
Ilmuwan menduga bahwa peran otak tersebut harus ada supaya kehidupan sosial, psikologis, dan spiritual terhubung dengan tubuh fisik, sehingga semuanya berkerja sama untuk menghasilkan kesembuhan.
Dalam bukunya The Healing Power of Prayer, Chester L. Tholson dan Harold G. Koenig mengatakan : ” Suatu depresi mental, kecemasan yang hebat, atau kekakuan yang disebabkan rasa bersalah atau kebencian tampaknya telah menutup jalur kesembuhan alamiah. Di sinilah doa berperan.”
Mengapa doa berperan dalam kesembuhan? Doa yang banyak diartikan sebagai dialog, penyerahan dan permohonan tulus kepada ALLOH SWT, penting dilakukan supaya terjadi sinergi yang melibatkan ALLOH SWT, pasien, dokter/penyembuh, dan ilmu pengetahuan demi kesembuhan total.
Sekadar catatan: Healing berasal dari kata Anglo-saxon yang berarti ” untuk membuat utuh”. Mengingat penyakit kebanyakan disebabkan oleh pikiran, kesembuhan total/utuh atau tidak akan terjadi tanpa ,memulihkan kondisi pikiran.

MEMBERSIHKAN JALUR

Isi pikiran negatif yang menjadi penyebab stres atau ketegangan merupakan faktor sangat penting untuk diatasi dalam proses penyembuhan. Doa ibarat kita menelepon kekasih. Agar dialog dapat berlangsung jelas dan bermakna, saluran harus bersih. Isi pikiran yang negatif itulah pengganggu saluran komunikasi kita dengan ALLOH SWT.
Bagaimanapun manusia terdiri dari trinitas: tubuh, pikiran, dan roh. Rileksasi merupakan cara yang penting untuk dilakukan sebelum kita berdoa.

OTAK KITA KETIKA BERDOA

Ada orang yang membedakan antara meditasi dengan doa. Jika doa disebut sebagai pertemuan atau dialog dengan Tuhan, meditasi dianggap sebagai refleksi mendalam yang memungkinkan seseorang terhubung dengan alam semesta. Namun, alat kedokteran yang objektif ternyata merekam kedua aktifitas tersebut sebagai sesuatu yang sama.
Ketika orang yang melakukan meditasi menghalau semua pikiran dari benak, ternyata aktifitas dalam amygdala ( bagian otak yang memantau lingkungan dari ancaman dan mencatat ketakutan) diredam.

Sirkuit Lobus Parietal ( bagian otak yang menyesuaikan diri dengan ruang, menandai perbedaan tajam antara diri dan dunia) menjadi tenang pula. Sirkuit Lobus Frontal dan temporal (bagian otak yang menandai waktu) dan membangkitkan kesadaran diri) dapat dilepaskan.
Dengan keadaan seperti itu, orang yang bermeditasi menjadi sangat rileks, sehingga memungkinkannya untuk bersatu dengan alam semesta. Pendek kata, dari hasil penelitian, terjadi perubahan radiologis di dalam otak ketika seseorang melakukan meditasi ala Tibet.
Perubahan yang sama ternyata terjadi pula pada biarawati Fransiskan yang otaknya dimonitor menggunakan SPET-scanning.Ketika melakukan doa mendalam hingga merasakan kehadiran Tuhan, otak biarawati tersebut menunjukkan perubahan seperti yang terjadi pada para pelaku meditasi ala Tibet.
Apa yang dapat kita catat dari hasil riset tersebut? Bahwa ada upaya ilmiah untuk membuktikan pengaruh doa terhadap otak manusia.

BERAGAM HASIL RISET TENTANG DOA

Banyak riset telah dilakukan oleh para ilmuwan, khususnya di negara barat, tentang manfaat doa dan religiositas bagi kesehatan, penyembuhan maupun kasus bunuh diri.
Sejumlah riset membuktikan antara lain bahwa orang yang tidak religius ataupun tidak mendapatkan intervensi doa, lebih tinggi resikonya untuk melakukan bunuh diri, lebih rendah tingkat kesembuhan dari penyakit, lebih tinggi resikonya untuk mengalami sakit, dan lebih rentan terhadap penyakit.

Berikut ini contoh hasil riset yang pernah dilakukan:

* Sebuah riset longitudinal (8-10 tahun)yang dilakukan oleh Robbins dan Metzner terhadap 2.700 orang membuktikan bahwa angka kematian pada kelompok yang rajin berdoa atau beribadah lebih rendah dibanding dengan kelompok yang tidak rajin.
* Riset yang dilakukan oleh Zuckerman,Kals, dan Ostfield terhadap warga lanjut usia pun membuktikan hal yang sama: kelompok lanjut usia yang rajin berdoa terbukti lebih panjang umur dibandingkan dengan yang tidak rajin berdoa.
* Penelitian yang dilakukan Cancerellaro, Larson, dan Wilson terhadap para pecandu alkohol, narkotika, dan pasien gangguan jiwa skizofrenia (gila) membuktikan rendah/ tidak adanya komitmen terhadap agama. Riset juga membuktikan bahwa terapi atau pengobatan yang diberikan kepada mereka berhasil secara optimal bila disertai terapi doa.
* Barry Rosenfeld dan kawan-kawan dari Fordham University dan William Breitbart dari Memorial Sloan Kettering Cancer dalam riset yang dipublikasikan tahun 2003 membuktikan adanya efek spiritualis menawarkan proteksi atau memberikan efek penyangga dalam melawan keputusasaan pada pasien yang menganggap hidupnya kan segera berakhir.
* Riset lain juga membuktikan adanya kaitan antara sistem imun dengan tingkat spiritualis dan kondisi emosi.
Tiga ilmuwan mengukur tingkat spiritualis dan interleukin-6 (IL-6) pada darah pasien penyakit kanker terminal. Terbukti adanya kaitan antara tingkat fungsi imun tubuh dengan suasana hati yang baik dan IL-6. Sebagai catatan, IL-6 adalah protein pada sel-sel yang bekerja untuk mengatur fungsi sistem imun tubuh.
* Tahun 1998 sebuah studi di California menemukan bahwa 6 bulan setelah didoakan secara diam-diam ternyata tingkat kesehatan pasien AIDS terbukti membaik secara signifikan bila dibandingkan tingkat kesehatan kelompok pasien AIDS yang tidak didoakan.
* Tahun 2002, hasil studi yang dilakukan terhadap 39 pasien ICU membuktikan, mereka yang didoakan bisa keluar dari Rumah Sakit lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak didoakan, walaupun mendapatkan pengobatan yang sama. Banyak ilmuwan semakin yakin manfaat doa bagi kesehatan, dan riset masih terus dilakukan dengan mencermati beragam sisi.

KAITAN ANTARA SPIRITUALITAS DAN KESEHATAN

Dalam buku The Spiritual Brain karya Mario Beauregard, Ph.D & Denyse O’leary dijelaskan bahwa para ilmuwan menawarkan 2 pendekatan spiritualitas. Pertama, pendekatan yang melihat spiritualitas dan kesehatan adalah kebetulan belaka. Kedua, pendekatan yang melihat spiritualitas sebagai produk sampingan perkembangan otak, sehingga kaitan antara spiritualitas baik bagi manusia karena meningkatkan kesehatan secara evolusioner.
Dr. Herbert Benson dari Harvard Medical School Amerika Serikat, adalah perintis bidang yang dikenal sebagai pengobatan medis mind/body. Pendiri Harvard’s Mind/ Body Medical Institute di Boston’s Deaconess Hospital ini berdasarkan pengamatan terhadap pasien akhirnya sampai pada keyakinan:” Bahwa tubuh kita mendapatkan keuntungan dari latihan bukan sekadar otot, melainkan kekayaan utama yang berada di dalam diri manusia: keyakinan, nilai-nilai,pikiran dan perasaan.

Ditulis oleh : Abu Fauzan
Sumber: GHS

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.