KUMPULAN DOA

PEMBUKA RIZQI LENGKAP

Oleh : Abu Fauzan

KUMPULAN DOA PEMBUKA RIZQI LENGKAP

Kesulitan dan berbagai masalah yang datang bertubi-tubi kepada orang-orang yang beriman sebagai ujian dari Allah untuk meningkatkan prestasi hamba-Nya terkadang tidak bisa diterima oleh hamba-Nya sebagai bentuk ujian. Banyak yang gagal meraih prestasi gemilang di hadapan Allah dengan ujian yang diberikan-Nya.

Padahal sepatutnya orang beriman mendulang keuntungan dari ujian yang diberikan Allah kepadanya, apapun bentuknya. Bagi orang yang beriman yang sadar sepenuhnya akan kekuasaan Allah akan menerima apapun yang diberikan Allah SWT, dengan penuh keihklasan. Orang beriman bila dia ditimpa musibah akan tetap beruntung kalau diterima dengan sabar, dan bila diberi nikmat akan lebih beruntung bila diterima dengan rasa syukur.
Tapi kenyataannya tidak demikian, banyak orang yang beriman tatkala ditimpa dengan berbagai kesulitan lari dari Allah sebagai sumber segala kekuatan, untuk mencari pertolongan makhluk yang sebenarnya tidak punya kekuatan apapun tanpa izin-Nya. Tatkala diuji dengan kenikmatan lupa daratan, lupa kalau nikmat yang sedang dinikmatinya adalah anugrah dari Allah dan juga sebagai bentuk ujian. Lupa bersyukur kepada sumber dan pemilik segalanya, adalah suatu malapetaka bagi si penerima nikmat.

Dalam Blog ini, saya akan mencoba memberikan solusi bagi yang sedang mengalami kesulitan. Terutama kesulitan ekonomi dengan solusi yang tanpa resiko dan insya allah keuntungannya ganda “dunia dan akhirat” selama mengikuti aturan dan tatacara yang sesuai denga syariat Islam. Yaitu dengan doa-doa pembuka rizqi yang telah teruji fadhilah dan manfaatnya baik oleh penulis sendiri, maupun oleh orang-orang yang telah mengambil manfaat dari doa ini. Dan insya allah doa-doa yang saya sajikan dalam BLOG ini adalah doa pilihan dari amalan pribadi penulis dan dari berbagai sumber yang telah dibuktikan kebenarannya oleh sebagian ulama.

Bila anda mengamalkan apa yang ada di dalam ebook kecil ini, sesuai dengan apa yang ada, insya allah anda akan merasakan keajaibannya. Dan keuntungannya akan anda nikmati bukan hanya di dunia ini, tapi sampai keakhirat kelak.

ETIKA BERDO`A

  1. Terlebih dahulu sebelum berdo`a hendaknya memuji kepada Allah kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah mendengar seorang lelaki sedang berdo`a di dalam shalatnya, namun ia tidak memuji kepada Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam maka Nabi bersabda kepadanya: “Kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang sedang shalat. Apabila anda selesai shalat, lalu kamu duduk, maka memujilah kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, dan bershalawatlah kepadaku, kemudian berdo`alah”. (HR. At-Turmudzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani).
  2. Mengakui dosa-dosa, mengakui kekurangan (keteledoran diri) dan merendahkan diri, khusyu’, penuh harapan dan rasa takut kepada Allah di saat anda berdo`a. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:
    Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera di dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo`a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu` kepada Kami”. (Al-Anbiya’: 90).
  3. Berwudhu’ sebelum berdo`a, menghadap Kiblat dan mengangkat kedua tangan di saat berdo`a. Di dalam hadits Abu Musa Al-Asy`ari Radhiallaahu anhu disebutkan bahwa setelah Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam selesai melakukan perang Hunain :” Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau”. (Muttafaq’alaih).
  4. Benar-benar (meminta sangat) di dalam berdo`a dan berbulat tekad di dalam memohon. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila kamu berdo`a kepada Allah, maka bersungguh-sungguhlah di dalam berdo`a, dan jangan ada seorang kamu yang mengatakan :Jika Engkau menghendaki, maka berilah aku”, karena sesungguhnya Allah itu tidak ada yang dapat memaksanya”. Dan di dalam satu riwayat disebutkan: “Akan tetapi hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam memohon dan membesarkan harapan, karena sesungguhnya Allah tidak merasa berat karena sesuatu yang Dia berikan”. (Muttafaq’alaih).
  5. Menghindari do`a buruk terhadap diri sendiri, anak dan harta. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Jangan sekali-kali kamu mendo`akan buruk terhadap diri kamu dan juga terhadap anak-anak kamu dan pula terhadap harta kamu, karena khawatir do`a kamu bertepatan dengan waktu dimana Allah mengabulkan do`amu”. (HR. Muslim).
  6. Merendahkan suara di saat berdo`a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Wahai sekalian manusia, kasihanilah diri kamu, karena sesungguhnya kamu tidak berdo`a kepada yang tuli dan tidak pula ghaib, sesungguhnya kamu berdo`a (memohon) kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia selalu menyertai kamu”. (HR. Al-Bukhari).
  7. Berkonsentrasi di saat berdo`a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Berdo`alah kamu kepada Allah sedangkan kamu dalam keadaan yakin dikabulkan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do`a dari hati yang lalai”. (HR. At-Turmudzi dan dihasankan oleh Al-Albani).

Tidak memaksa bersajak di dalam berdo`a. Ibnu Abbas pernah berkata kepada `Ikrimah: “Lihatlah sajak dari do`amu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut”.(HR. Al-Bukhari)..

SELANJUTNYA=======>>>>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s